• Insulin cara kerja,efek samping, cara pemberian insulin

    by  • November 27, 2009 • DALAM • 2 Comments

    Apa itu insulin? apa efek samping dari insulin? bagaimana cara pemberian insulin? mari kita bahas tentang insulin, cara kerja insulin,efek samping dari insulin dan cara pemberian insulin

    Insulin merupakan hasil recombinasi DNA yang digunakan secara genetis dengan memodifikasi Escchereia Coli. Organisme ini mensintese setiap rantai insulin menjadi seperti asam amino yang sama seperti insulin manusia. Ikatan-ikatan kimia ini yang akhirnya menghasilkan human insulin.

    Insulin dan Cara Kerjanya

    INSULIN DESKRIPSI MULA KERJA PUNCAK KERJA LAMA KERJA
    Insulin kerja singkat

    Regular [ crys-talline ]

    Humulin R

    Semilente

    Insulin kerja sedang

    Lente

    Humulin L

    NPH

    HumulinN

    Insulin kerja panjang

    P I

    Ultralente

    Jernih, SK atau IV

    Jernih, SK atau IV

    Keruh,  sinc dlm jumlah sedikit.SK

    Keruh,   inc,SK, 30 persen semilente & 70 persen ultralente

    Sama seperti lente

    Keruh, SK, Protamin

    Sama seperti NPH

    Keruh, SK, Protamin,   inc

    Keruh, SK, insulin   inc yang diberi tambahan

    0,5 – 1 jam

    0,5 – 1 jam

    30– 45 menit

    1 – 2 jam

    1 – 2 jam

    4 – 8 jam

    5 – 6 jam

    2 – 4 jam

    2 – 4 jam

    4 – 6 jam

    8 – 12 jam

    6 – 12 jam

    14– 20 jam

    14– 20 jam

    6 – 8 jam

    6 – 8 jam

    12–16 jam

    18–28 jam

    18–24 jam

    24–36 jam

    30–36 jam

    A. CARA MENCAMPUR INSULIN
    Pemberian insulin campuran antara short-intermediet acting atau long acting insulin mengakibatkan kadar gula darah klien lebih bagus daripada single type insulin. Pada pemberian insulin campuran ini harus tepat dan benar agar insulin yang ada di dalam botol tidak bercampur dengan insulin yang ada di spuit yang dapat mengakibatkan lisis.
    Adapun langkah-langkah pencampurannya adalah sebagai berikut :
    1. Cuci tangan
    2. Baca etiket botol insulin, tipe dan tanggal kadaluarsanya
    3. Putar setiap botol insulin secara gantle diiatas telapak tangan agar isi insulin merata
    4. Usap tutup botol dengan alcohol
    5. Injeksi 20 unit udara ke dalam NPH insulin. {jumlah udara yang dimasukkan ke dalam botol sesuai dengan dosis unit yang diperlukan}. Selalu mendahulukan menginjeksi udara ke dalam insulin yang berdurasi kerja lebih lama.
    6. Injeksikan udara 10 unit ke dalam botol insulin reguler. Jummlah udara yang diinjeksikan harus sama degan dosis insulin yang diberikan
    7. Hisap 10 unit insulin reguler Pastikan bahwa tidak ada udara dalam spuit, selalu hisap dahulu insulin yang mempunyai masa kerja lebih pendek
    8. Hisap 2 unit insulin NPH dengan spuit yang telah berisi insulin reguler 10 uniit. Hati-hati jangan sampai insulin reguler terinjeksi ke botol insulin NPH.
    9. Jumlah insulin dalam satu spuit dharus menjadi 30 unit

    B. EFEK SAMPING INSULIN
    Jika insulin diberikan lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk metabolisme glukosa timbul reaksi hipoglikemia atau syok insulin dapat diatasi dengan memberikan gula peroral atau intravena meningkatkan pemakaian insulin.
    Pada keadaan dimana jumlah insulin tidak cukup, gula tidak dapat dimetabolismesasikan sehinggga terjadi metabolisme lemak, pemakaian asam lemak [ keton ] untuk energi menimbulkan ketoasidosis.

    REAKSI HIPOGLIKEMIA DAN KETOASIDOSIS DIABETIKUM

    REAKSI TANDA DAN GEJALA
    Reaksi Hipoglikemik

    [ syok insulin ]

    Ketoasidosis diabetik

    [ reaksi hiperglikemik ]

    Sakit kepala, kepala terasa ringan

    Gelisah terasa takut, tremor, keringat berlebihan dingin, kulit lembab, takikardi, bicara tersendat-sendat, lupa, kekacauan mental, kejang, kadar gula dara <  60 mg/dl.

    Sangat haus, poliuria. Bau napas seperti buah, pernapasan kusmaul [ dalam, cepat, melelahkan, terasa menekan , sesak ], denyut nadi cepat dan lemah, selaput lendir kering dan turgor kulit buruk, kadar gula darah > 250  mg/dl.


    C. LOKASI INJEKSI INSULIN
    Tiap bagian tubuh yang ditutupi kulit yang longgar dapat dipakai sebagai tempat injeksi insulin termasuk abdomen, paha, lengan atas, pinggang dan kuadran atas luar dari bokong. Secara umum insulin akan lebih cepat diabsorpsi dari bagian atas tubuh seperti bagian deltoid dan abdomen dibanding dari paha dan bokong.
    Rotasi dari injeksi terus dianjurkan guna menghindari absorpsi yang terhambat karena adanya fibrosis atau lipohipertropi akibat injeksi berulang hanya pada satu tempat. Asosiasi Diabetes America menganjurkan insulin dapat diinjeksikan pada satu daerah yang sama selama satu minggu dengan jarak setiap injeksi 1 ½ inci [ satu ruas jari tangan ] dengan penyuntikan insulin secara sub cutan atau tepat di bawah lapisan kulit.

    Edukasi kepada klien yang menggunakan insulin :
    Edukasi atau penyuluhan kesehatan tentang pemberian insulin dan perawatan pasien diabetes melitus merupakan tindakan keperawatan yang harus diberikan agar regimen terapeutik di rumah efektif dan menghindarkan terjadinya hospitalisasi ulang.
    Penjelasan yang harus diberikan kepada klien atau orang tuanya adalah :
    1. Cara penyimpanan insulin di dalam lemari es/pendingin dengan suhu 2-6 derajat celcius sehingga terhindar dari paparan sinar matahari dan meminimalkan potensi insulin di suhu ruangan, apalagi jika tutup vialnya dibuka
    2. Dosis insulin yang didapat dan waktu penyuntikan insulin sebaiknya 30 menit sebelum makan atau selang waktu tertentu berdasarkan regimen insulin dan nilai kadar gula darah [dosisi yang diadviskan].
    3. Cara pemakaian botol dan alat injeksi. Beritahu klien yang menggunakan NPH atau lente bersama-sama insulin reguler untuk mengambil insulin reguler terlebih dulu sebelum mengambil insulin NPH atau lente
    4. Menjelaskan daerah-daerah pada tubuh yang dapat digunakan sebagai tempat absorbsi insulin dan anjurkan untuk mengganti tempat injeksi untuk mempertahankan absorpsi yang efektif dan mencegah lipodistropi.
    5. Reaksi hipoglikemia lebih mudah terjadi pada saat waktu puncak kerja obat .. Ajarkan klien untuk penanganan hipoglikemi dengan menyediakan permen atau gula

    DAFTAR PUSTAKA

    Donna.I. [1996]. Medical Surgical Nursing. Mosby Year Book. Philadelphia

    Greenspan dan Baxter.[2000]. Endokrinologi Dasar dan Klinik EGC. Jakarta

    Kee and Hayes.[1996]. Farmakologi, Pendekatam Proses Keperawatan. EGC. Jakarta

    Incoming search terms for the article:

     

    Cari artikel yang lain, ketik disini
    Custom Search
    .

    About

    2 Responses to Insulin cara kerja,efek samping, cara pemberian insulin

    1. gunawan
      February 14, 2010 at 3:49 am

      pemberian insulin IV/SC…..harus di lakukan obserfasi KU dan kadar glukosa darah dengan ketat…terutama kita harus pasti dengan benar berapa kadar gula dan berapa dosis insulin yang akan di berikan….terutama bagi pasien pasien dalam keadaan koma hiperglikemia… trims

    2. Camelia Bruen
      January 30, 2011 at 7:34 am

      You are completely right! The things you are saying corresponds completely to the matter!

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    What is 11 + 4 ?
    Please leave these two fields as-is:
    IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)