We sometimes borrow money through friends, colleagues and the like in order to get prescription medications. Though our new generation and approach in life it’s good that we could be able to get discount online prescription without going out as well as fully pay for our medical doctors’ recommendations. It appears that everything now’s accessible as long as you have web connection and a computer. Disabled individuals can now purchase and obtain their medicines in a single click. Moms who can’t leave kids at home can now simply open her PC, visit certified drugstore web site and obtain discount online prescription.
Stop thinking about when to feel nicely with out splurging a lot of money on expensive medicines. Discount online prescription is supplied on a lot of certified pharmacy websites and just waiting for your application. It’s a convenient way of getting discount online prescription specifically for senior citizens and people who are alone in their house with no one would look after. Apply for discount online prescription and begin purchasing your continuance medications and other pills that you’ll want. Infants has expensive medicines and parents who earn low requirements discount online prescription to be able to get their infants be in good health and could possibly persevere with to give a smile for their loved ones.
Prior to getting discount online prescription ensure to read all of the important information on the website, what are the needs to be qualify, when they accept main credit cards and so forth. Remember that a pharmacy web site will ask for your private details such as complete name, delivery as well as charging address as well as credit card number, Social Security number and so on. Do not get carried away with other online website that has lots of promotions as well as unbelievable freebies.
Discount online prescription is as the same as the branded prescription medications.Do not worry in regards to the elements as well as substances in the medications simply because Food and drug administration ill not allow web sites to cater scams medicines. Usually make a price comparison to all the established pharmacy web sites. There is no harm if you would examine all of the competitive prices in various websites as this is the good way to obtain discount online prescription. Before you obtain discount online prescription, make sure that you are knowledgeable as much as required on the subject of a fastidious medication that you’ll require.
Online retail pharmacy are actually progressively being a web-based trend of purchase and sell of drugs. The key reason why people are more inclined in buying their medications from Overnight Online Pharmacy is due to it is simple and efficient, does not constitute any hassle, and many pharmacies sell branded and generic medicines for a lower and more affordable cost.
Many individuals obtain attracted by how simple buying from online pharmacies could be. This is among the main explanations why individuals are starting to prefer this process of getting medicines instead of personally going to the local drugstore to get drugs. Just by simply filling a form, your medicine is going to be delivered right toyour home. So why go over the difficulty of visiting the pharmacy when you are able simply acquire from the convenience of your home and have your purchases shipped to you!
An additional advantage of getting from an Overnight Online Pharmacy is because they sell products at less expensive costs. The true reason for the reduced cost compared to physical pharmacy is the fact that licensed pharmacy maintain much less expenses. Rent cost, salaries with regard to pharmacists, resources as well as maintenance along with other things related to managing a physical drugstore can be quite costly, therefore the bigger prices.
Together with a couple of mouse clicks, you can purchase medications through certified online pharmacies. Nevertheless, with only a couple of clicks, you may also are in danger. Along with the constant innovation offer provided by technology, increasingly more scams and fraudulent occasions have come up. And because medicine is important to be able to maintain one’s health in great shape, unauthorized online pharmacies are actually popping out everywhere. Be familiar with individual’s sites which only exist to have the ability to take full advantage of consumers.
When an Overnight Online Pharmacy gives really low item costs, don’t be too blinded. Yes, overnight online pharmacy might sell drugs at lower charges, however, when the low cost will be 50% and also above, that could be quite suspicious.Yes, overnight online pharmacy might sell medicines at lower charges, however, when the low cost is 50% and above, that may be quite suspicious. The cost could be excessively low since the medicines are fake or outdated, or worse, it might be simply scam.
]]>Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan rongga perut atau permukaan organ perut.
Endometrium yang salah tempat ini biasanya melekat pada ovarium (indung telur) dan ligamen penyokong rahim.
Endometrium juga bisa melekat pada lapisan luar usus halus dan usus besar, ureter (saluran yang menghubungan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, vagina, jaringan parut di dalam perut atau lapisan rongga dada.
Kadang jaringan endometrium tumbuh di dalam paru-paru.
Endometriosis bisa diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan).
Faktor lain yang meningkatkan resiko terjadinya endometriosis adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali pada usia diatas 30 tahun dan kulit putih.
Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15% wanita subur yang berusia 25-44 tahun, 25-50% wanita mandul dan bisa juga terjadi pada usia remaja.
Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim.
PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi beberapa ahli mengemukakan teori berikut:
1. Teori menstruasi retrograd (menstruasi yang bergerak mundur)
Sel-sel endometrium yang dilepaskan pada saat menstruasi bergerak mundur ke tuba falopii lalu masuk ke dalam panggul atau perut dan tumbuh di dalam rongga panggul/perut.
2. Teori sistem kekebalan
Kelainan sistem kekebalan menyebabkan jaringan menstruasi tumbuh di daerah selain rahim.
3. Teori genetik Keluarga tertentu memiliki faktor tertentu yang menyebabkan kepekaan yang tinggi terhadap endometriosis.
Setiap bulan ovarium menghasilkan hormon yang merangsang sel-sel pada lapisan rahim untuk membengkak dan menebal (sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan). Endometriosis juga memberikan respon yang sama terhadap sinyal ini, tetapi mereka tidak mampu memisahkan dirinya dari jaringan dan terlepas selama menstruasi. Kadang terjadi perdarahan ringan tetapi akan segera membaik dan kembali dirangsang pada siklus menstruasi berikutnya.
Proses yang berlangsung terus menerus ini menyebabkan pembentukan jaringan parut dan perlengketan di dalam tuba dan ovarium, serta di sekitar fimbrie tuba. Perlengketan ini bisa menyebabkan pelepasan sel telur dari ovarium ke dalam tuba falopii terganggu atau tidak terlaksana. Selain itu, perlengketan juga bisa menyebabkan terhalangnya perjalanan sel telur yang telah dibuahi menuju ke rahim.
# Resiko tinggi terjadinya endometriosis ditemukan pada: Wanita yang ibu atau saudara perempuannya menderita endometriosis
# Siklus menstuasi 27 hari atau kurang
# Menarke (menstruasi yang pertama) terjadi lebih awal
# Menstruasi berlangsung selama 7 hari atau lebih
# Orgasme ketika menstruasi.
GEJALA
# Endometriosis bisa menyebabkan: Nyeri di perut bagian bawah dan di daerah panggul
# Menstruasi yang tidak teratur (misalnya spotting sebelum menstruasi)
# Kemandulan
# Dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual).
Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih.
Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma).
Kadang endometrioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara tiba-tiba.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada pemeriksaan panggul akan teraba adanya benjolan lunak yang seringkali ditemukan di dinding belakang vagina atau di daerah ovarium.
# Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan: Laparoskopi
# Biopsi endometrium
# USG rahim
# Barium enema
# CT scan atau MRI perut.
PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada gejala, rencana kehamilan, usia penderita dan beratnya penyakit.
Obat-obatan yang dapat menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium adalah pil KB kombinasi, progestin, danazole dan agonis GnRH.
Agonis GnRH adalah zat yang pada mulanya merangsang pelepasan hormon gonadotropin dari kelenjar hipofisa, tetapis elelah diberikan lebih dari beberapa minggu akan menekan pelepasan gonadotropin. .
Pada endometriosis sedang atau berat mungkin perlu dilakukan pembedahan. Endometriosis diangkat sebanyak mungkin, yang seringkali dilakukan pada prosedur laparoskopi.
Pembedahan biasanya dilakukan pada kasus berikut:
- bercak jaringan endometrium memiliki garis tengah yang lebih besar dari 3,8-5 cm
- perlengketan yang berarti di perut bagian bawah atau panggul
- jaringan endometrium menyumbat salah satu atau kedua tuba
- jaringan endometrium menyebabkan nyeri perut atau panggul yang sangat hebat, yang tidak dapat diatasi dengan obat-obatan.
Untuk membuang jaringan endometrium kadang digunakan elektrokauter atau sinar laser.
Tetapi pembedahan hanya merupakan tindakan sementara, karena endometriosis sering berulang.
Ovarektomi (pengangkatan ovarium) dan histerektomi (pengangkatan rahim) hanya dilakukan jika nyeri perut atau panggul tidak dapat dihilangkan dengan obat-obatan dan penderita tidak ada rencana untuk hamil lagi.
Setelah pembedahan, diberikan terapi sulih estrogen. Terapi bisa dimulai segera setelah pembedahan atau jika jaringan endometrium yang tersisa masih banyak, maka terapi baru dilakukan 4-6 bulan setelah pembedahan.
Pilihan pengobatan untuk endometriosis:
1. Obat-obatan yang menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium
2. Pembedahan untuk membuang sebanyak mungkin endometriosis
3. Kombinasi obat-obatan dan pembedahan
4. Histerektomi, seringkali disertai dengan pengangkatan tuba falopii dan ovarium.
diambil dari http://medicastore.com/
b. Progesteron
Hormon ini diproduksi oleh korpus luteum. Progesteron mempertahankan ketebalan endometrium sehingga dapat menerima implantasi zygot. Kadar progesteron terus dipertahankan selama tiga bulan di awal kehamilan sampai plasenta dapat membentuk hormon HCG.
c. Gonadotropin Releasing Hormone
GNRH merupakan hormon yang diproduksi oleh mus di otak. GNRH akan merangsang pelepasan F Stimulating Hormone) di hipofisis. Bila kadar estrogen tinggi maka estrogen akan memberikan umpan balik ke hipotalamus sehingga kadar GNRH akan menjadi rendah, sebaliknya.
d. FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone)
Kedua hormon ini dinamakan hormon gonadotropoin yang diproduksi oleh hipofisis akibat rangsangan dari GNRH. FSH akan menyebabkan pematangan folikel. Folikel yang matang akan mengeluarkan ovum. Kemudian folikel ini akan menjadi korpus luteum dan dipertahankan untuk waktu tertentu oleh LH.
Produksi hormon akan semakin menurun sering dengan bertambahnya usia. Hormon-hormon tersebut paling banyak dihasilkan selama masa produktif wanita, mulai dari usia di atas 14 tahun dan mulai menurun ketika memasuki usia 40 tahun, hingga wanita memasuki masa menopause.
Daftar Pustaka
Hamil Aman dan Nyaman di Atas 30 Tahun Oleh Prilia Detiana
diambil dari fkunas
]]>Following the initial assessment and control of any immediate life threats, you will begin a more thorough assessment of your patient. Two essential elements of this assessment will be measuring vital signs and obtaining a medical history. Vital signs are measurable life signs. The term “vital signs” usually refers to the patient’s temperature, pulse, breathing, and blood pressure. Because they reflect the patient’s condition, you must take them early and repeat them often. The medical history includes information about the present medical problem and facts about the patient that existed before the patient required emergency medical response. This information can affect the treatment you give. It is called a SAMPLE history because the letters in the word SAMPLE stand for elements of the history.
1-2. INITIAL ASSESSMENT AND SAMPLE HISTORY
a. A thorough, properly sequenced rapid assessment is essential to identifying a patient’s needs and providing proper emergency care. To assess a patient, the combat medic must gather, evaluate, and record key information including the patient’s vital signs, injuries, and symptoms and the conditions leading to the illness or injury. The combat medic must learn the history of what happened before and since the accident or medical problem occurred and learn the patient’s past medical history and overall health status. Assessment is a process which must be taught in steps in order to establish good assessment habits and a systematic approach in order to avoid missing important injuries or illnesses. In the field, many aspects of the patient assessment may be done simultaneously.
b. Assessment is one of the most complex skills that must be learned to be an effective combat medic. During the assessment, the combat medic must use his eyes, ears, nose, hands, and a few basic medical instruments to obtain essential information about the patient.
1-3. ESTABLISH PATIENT CONTACT
a. After assessing the scene for safety and determining the need for additional help, the number of patients, the mechanism of injury or nature of illness, and considering the need for cervical spine immobilization, the combat medic must make contact with the patient. The patient is assessed for ABC’s and his level of consciousness; then you can begin questioning your patient for vital information about the current medical problem with which you are concerned. This is the “chief complaint.”
b. The chief complaint is the major signs, symptoms, or events that caused the illness or injury. Symptoms are conditions that the patient feels and tells you about, such as dizziness or particular pain. Symptoms are the subjective information you obtain from you patients. Signs can be seen, heard, felt, smelled, or measured, such as wounds, external bleeding, deformities, breathing rate, and pulse. You must be able to record and report how and when the signs and symptoms began.
c. Initial assessment is a rapid evaluation of the patient’s general condition to identify any potentially life-threatening injuries or conditions.
(1) Repeated vital signs will be compared to the baseline set.
(2) Vital signs are key indicators used to evaluate and determine the patient’s overall condition. Because key indicators include quantitative (numeric) measurement, vital signs always include breathing, pulse, and the blood pressure.
(a) The first vital sign is breathing. Breathing is discussed in Lesson 4.
(b) The second vital sign is the pulse. The pulse is discussed in Lesson 3.
(c) The third vital sign is the blood pressure. Blood presser is discussed in Lesson 5.
(d) Other key indicators include:
* Skin temperature and condition in adults.
* Capillary refill time (in children).
* Pupillary response.
* Level of consciousness (LOC).
1-4. ASSESSING THE SKIN
The skin is an easily observed indicator of the peripheral circulation and perfusion, blood oxygen levels, and body temperature. The skin color, temperature, and condition are good indicators of the patient’s condition and circulatory status. They may also be good initial indicators of heat or cold injuries. This initial indicator should always be confirmed, when time permits, with a core body temperature (see Lesson 2).
a. Color.
(1) Many blood vessels lie near the surface of the skin.
(2) Pigmentation in individuals will not hide changes in the skin’s underlying color.
(3) In lightly pigmented individuals, skin normally has a pink color.
(4) In patients with deeply pigmented skin, changes in skin color may only be apparent in certain areas, such as the fingernail beds, the lips, the mucous membranes in the mouth, the underside of the arm and hand, and the conjunctiva of the eye.
(5) Poor peripheral circulation will cause the skin to appear pale, white, ashen, gray, or waxy and translucent like a white candle. These skin colors can also appear in abnormally cold or frozen skin.
(6) When the blood is not properly saturated with oxygen, it changes to a bluish color. Skin over the blood vessels appears blue or gray, a condition called cyanosis.
(7) Red skin will result from carbon monoxide poisoning, significant fever, heatstroke, sunburn, mild thermal burns, or other conditions in which the body is unable to properly dissipate heat.
(8) Color changes may also result from chronic illness. Liver disease dysfunction may cause jaundice, resulting in a yellow cast to the skin.
b. Temperature.
(1) Normally, the skin is warm to the touch.
(2) The skin feels hot with significant fever, sunburn, or hyperthermia.
(3) The skin feels cool in early shock, profuse sweating, heat exhaustion, and profound hypothermia and/or frostbite.
(4) Feel the patient’s forehead with the back of your ungloved hand to determine marked fever.
c. Moisture.
(1) The skin is normally dry.
(2) Wet, moist, or excessively dry and hot skin is considered abnormal.
(3) In descriptions of the skin, it is usually listed as color, condition, and temperature (CCT).
d. Capillary Refill. Capillary refill can be assessed as part of the evaluation of the skin.
(1) Capillary refill is used to evaluate the ability of the circulatory system to restore blood to the capillary system (perfusion). Capillary refill is used primarily in the assessment of pediatric patients. Refill time in adults is not considered as accurate due to differences in circulation from medications and various other factors. This can still be used as a simple test of perfusion to the extremities, but many factors must be considered, such as the age of the patient and the environment (cold will decrease capillary refill time).
(2) Capillary refill is evaluated at the nail bed in a finger.
(a) Place your thumb on the patient’s fingernail and gently compress.
(b) Pressure forces blood from the capillaries.
(c) Release the pressure and observe the fingernail.
(d) As the capillaries refill, the nail bed returns to its normal deep pink color.
(e) Capillary refill should be both prompt and pink.
(f) Color in the nail bed should be restored within 2 seconds, about the time it takes to say “capillary refill.”
1-5. ASSESSING LEVEL OF CONSCIOUSNESS
Level of consciousness should also be assessed upon initial contact with your patient and continuously monitored for changes throughout your contact with the patient.
a. AVPU. The AVPU scale is a rapid method of assessing LOC. The patient’s LOC is reported as A, V, P, or U.
(1) A: Alert and oriented.
(a) Signifies orientation to person, place, time, and event. Ask your patient simple open ended questions that can not be answered with yes or no to determine the LOC. For example, “Where are you right now?” and “What time is it?” Do not ask your patient, “Do you know were you are right now?” since this can be answered with a yes or no.
(b) If the patient is alert, you can reported your results as a patient oriented score from 1 (lowest) to 4 (highest), noting any areas not oriented to. For example, you can state the patient is “A and O X 4″ (fully alert and oriented) or “A and O x 2 and does not know time and place.”
(2) R: Responds to verbal stimulus. This indicates that your patient only responds when verbally prompted. It is also important to note if the patient makes appropriate or inappropriate responses. If you ask your patient, “What is your name?” and he responds with, “Flaming monkeys,” this would be an inappropriate response and shows that although he responds to verbal, he is not appropriately oriented.
(a) Response to normal voice stimuli.
(b) Response to loud voice stimuli.
(3) P: Responds to pain.
(a) Use if patient does not respond to verbal stimuli.
(b) Gently but firmly pinch patient’s skin.
(c) Note if patient moans or withdraws from the stimulus.
(4) U: Unresponsive.
(a) If the patient does not respond to painful stimulus on one side, try the other side.
(b) A patient who remains flaccid without moving or making a sound is unresponsive.
NOTE: Anything below Alert is unconscious; from there we need to determine how uncInitial Assessment VITAL SIGNSonscious the patient is. A patient can be unconscious with response to stimuli or unresponsive.
source Initial Assessment VITAL SIGNS, visit website
Gejala Serangan Jantung
Gejala-gejala ini untuk setiap orang bisa berbeda. Sebuah serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali. Dalam hal ini, satu-satunya cara yang memungkinkan terdeteksinya sebuah serangan jantung adalah ketika harus menjalani pemeriksaan ECG untuk alasan lain yang mungkin tidak berkaitan. Dipihak lain, serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami – rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin nafas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih para yaitu ketika sampai kolaps dan pingsan.
Ada beberapa gejala yang lebih spesifik, antara lain:
* Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
* Sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
* Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
* Palpitasi (jantung berdebar-debar)
* Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.
Tanda-tanda Peringatan Dini
Bagaimanapun, salah sekali pendapat bahwa sebuah serangan jantung datang seperti petir di siang bolong. Serangan jantung adalah puncak bencana dari sebuah proses kerusakan yang berlangsung lama, yang sering melibatkan kejutan-kejutan emosional, kekacauan fisiologis dan kelelahan mental. Tanda-tanda peringatan dini begitu subyektif dan begitu tersamar, sehingga bahkan dokter yang terlatih untuk mengukur segala sesuatu secara obyektif masih bisa mengabaikannya.
Diagnosis
Berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan, seorang dokter dapat membuat perkiraan yang nalar tentang apakah gejala-gejala itu mengisyaratkan serangan jantung atau tidak. Kecurigaannya mungkin diperkuat oleh penampilan si penderita, tingkat tekanan darah dan bunyi detak jantung. Dokter mungkin akan mengirimnya ke pemeriksaan ECG dan uji darah, tetapi bila masih merasakan nyeri, dokter barangkali akan memberi suntikan penghilangrasa nyeri sebelum pemeriksaan itu. Ini karena nyeri yang menakutkan dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung. Nyeri itu juga dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. ECG pertama mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda serangan jantung dan mungkin pemeriksaan itu harus diulang. Kadang-kadang uji yang kedua pun masih tidak menunjukkan perubahan, dan selama hal ini, diagnosis akan bergantung pada pemeriksaan darah. Jantung, seperti semua sel tubuh lain, mengandung bahan-bahan kimia khusus yang disebut enzim. Ketika sel-sel jantung mengalami kerusakan, enzim-enzim yang dilepaskan beredar bersama aliran darah. Setelah sebuah serangan jantung, kadar sebagian enzim ini langsung naik, tetapi selanjutnya enzim-enzim tersebut lekas mengurai dan karena itu tidak terdeteksi lagi setelah sehari atau dua hari; ada enzim yang baru dilepaskan beberapa jam atau bebera hari kemudian tetap tinggal dalam darah selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu
10 anggapan salah tentang penyakit jantung
1. Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja
2. Penyakit jantung tidak bisa pada anak atau orang muda
3. Wanita terbebas dari penyakit jantung
4. Penyakit jantung hanya satu macam
5. Jantungnya sehat, tak mungkin bisa sakit jantung
6. Tidak ada hubungan dengan serangan stroke
7. Penyakit jantung merupakan penyakit keturunan
8. Penyakit jantung tidak dapat dicegah
9. Terkena penyakit jantung sebab sering dikagetkan
10. Penyakit jantung muncul sebab sering mengonsumsi menu jantung pisang
Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner
* Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung.
* Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi).
Wanita mulai menyusul pria dalam hal resiko penyakit jantung setelah mengalami menopause.
* Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Riwayat serangan jantung didalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal.
* Diabetes.
Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka.
* Merokok.
Resiko penyakit jantung drai merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan – jadi tidak mungkin menyamakan keduanya.
* Tekanan darah tinggi (hipertensi).
* Kegemukan (obesitas).
Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki resiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi.
* Gaya hidup buruk.
Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung – dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil.
* Stress.
Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa.
diambil dari http://proemergency.multiply.com/journal/item/8/SERANGAN_JANTUNG_HEART_ATACK
]]>Kontra Indikasi pemberian nifedipine:
- Hipersensitivitas terhadap nifedipine.
- Karena pengalaman yang terbatas, pemberian nifedipine pada wanita hamil hanya dilakukan dengan pertimbangan yang hati-hati.
Komposisi Nifedipine:
Tiap tablet selaput mengandung:
Nifedipine 10 mg
Farmakologi:
Nifedipine merupakan antagonis kalsium (calcium channel blocker) yang berefek mengurangi konsumsi oksigen jantung, memperbaiki toleransi latihan pada pasien angina pektoris, mengurangi kebutuhan nitrogliserin dan mengurangi perubahan iskemik jantung saat beristirahat dan beraktivitas. Pada percobaan terhadap hewan, menunjukkan perbaikan perfusi pada miokardium yang iskemik.
Pada angina Printzmetal dimana nyeri dada disebabkan oleh spasme koroner, nifedipine terbukti merupakan terapi yang efektif.
Nifedipine merupakan anti hipertensi poten, dimana responnya lebih bermakna pada tekanan darah inisial yang lebih tinggi.
Pada individu dengan normotensif, tekanan darahnya hampir tidak turun sama sekali. Pada pasien hipertensi, nifedipine menurunkan resistensi perifer serta tekanan darah sistolik dan diastolik, meningkatkan volume per menit dan kecepatan jantung, dan juga mengurangi resistensi koroner, meningkatkan aliran koroner dan menurunkan konsumsi oksigen jantung. Efek antihipertensi dari nifedipine dalam dosis tunggal oral memberi onset sangat cepat dalam waktu 15 – 30 menit dan berlangsung selama 6 – 12 jam. Nifedipine cocok untuk terapi hipertensi ringan, sedang dan berat. Terapi dapat dikombinasi dengan betha-bloker, diuretik, metildopa atau klonidin. Pada kasus resistensi pada betha-bloker atau terapi kombinasi betha-bloker dan diuretik, respon positif dapat diperoleh dengan penambahan nifedipine dalam terapi.
Penambahan nifedipine secara oral pada krisis hipertensi akan menurunkan tekanan darah dengan cepat dan efektif.
Nifedipine juga digunakan untuk terapi hipertensi nefrogenik, hiperaldosteronisme dan feokromositoma.
Berbeda dengan betha-bloker, nifedipine dapat digunakan untuk pasien penderita asma karena tidak meningkatkan disposisi obstruksi bronkial, juga tidak mengganggu sirkulasi prifer tetapi sebaliknya memiliki aksi vasodilatasi. Nifedipine juga cocok digunakan untuk pasien dengan klaudikasi atau sindrom Renaud yang diperburuk oleh betha-bloker.
Nifedipine tidak memberi efek ntiaritmia.
Pemberian nifedipine secara oral akan diabsorbsi dengan baik, 92 – 98% terikat oleh protein plasma dan diekskresi dalam bentuk metabolit tidak aktif melalui urin.
Nifedipine dalam dosis tunggal diekskresi sebesar 80% dalam waktu 24 jam.
Insufisiensi ginjal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap farmakokinetik nifedipine.
Dosis:
- Dosis tunggal: 5 – 10 mg.
- Dosis rata-rata: 5 – 10 mg, 3 kali sehari.
Interval di antara 2 dosis pemberian tidak kurang dari 2 jam.
Peringan dan Perhatian:
Pemberian nifedipine pada pasien dengan stenosis aorta atau pasien yang sedang diberikan betha-bloker atau obat depresan miokardium lainnya dapat menyebabkan resiko gagal jantung.
Efek Samping:
- Dose dependent disebabkan oleh dilatasi vaskular seperti: sakit kepala atau perasaan tertekan di kepala, flushing, pusing, gangguan lambung, mual, lemas, palpitasi, hipotensi, hipertensi ortostatik, edema tungkai, tremor, kram pada tungkai, kongesti nasal, takikardia, tinitus, reaksi dermatologi.
- Sangat jarang terjadi, dilaporkan pada pemakaian nifedipine jangka panjang terjadi hiperplasia gusi dan segera kembali ketika pemakaian nifedipine dihentikan.
- Efek samping berat yang memerlukan penghentian pengobatan relatif jarang terjadi.
Interaksi Obat:
- Penggunaan nifedipine bersamaan dengan betha-bloker mempotensi efek antihipertensi nifedipine.
- Penggunaan nifedipine bersamaan dengan betha-bloker pada pasien dengan insufisiensi jantung, terapi harus dimulai dengan dosis kecil dan pasien harus dimonitor dengan sangat hati-hati.
- Penggunaan nifedipine bersamaan dengansimetidin (tidak pada ranitidin) meningkatkan konsentrasi plasma dan efek antihipertensi nifedipine.
Overdosis:
Intoksikasi nifedipine jarang dijumpai.
Dosis 210 mg menyebabkan hipotensi berat dan blok atrioventrikular total. Terapi hipertensi dan blok atrioventrikular dianjurkan dengan infus simpatomimetik (isoprenalin, dopamin) yang memberikan aksi yang berlawanan dengan nifedipine dengan meningkatkan perfusi kalsium ke dlam sel miokardium. Larutan kalsium glikonat 10% dapat diberikan dengan dosis inisial 10 – 20 mlditingkatkan sesuai respon.
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Jenis: Tablet
Produsen: PT Dexa Medica
(diambil dari http://www.dechacare.com/Nifedipine-P536.html)
]]>“Kami atas nama pemerintah Jepang menyampaikan terimakasih kepada BNP2TKI dan khususnya Rita Retnaningtyas, juga beberapa TKI perawat baik nurse (perawat rumah sakit) dan careworker (perawat lanjut usia) yang ikut bersusah payah membantu warga Jepang terkena tsunami utamanya di Miyagi,” ujar Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri.
Hal tersebut disampaikan Shiojiri saat menghadiri pelatihan Bahasa Jepang 104 calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) nurse dan careworker untuk penempatan 2011, di Gedung Graha Yasin, Jagakarsa. Demikian keterangan pers dari BNP2TKI, Selasa (22/3/2011) malam.
Menurut Shiojiri, Rita Retnaningtyas bersama TKI perawat lain bahkan bersedia bertahan di daerah dekat gempa dan tsunami yang terjadi di Miyagi, untuk melakukan pekerjaan sosial kemanusiaan yang mulia.
Menurutnya, di lima prefektur atau provinsi sekitar gempa tsunami Jepang yaitu Miyagi, Iwate, Aomori, Ibaraki dan Fukushima terdapat 35 TKI perawat. Mereka terdiri 11 TKI nurse dan 24 TKI careworker. Semua TKI perawat di lima prefektur itu dalam keadaan selamat dari bencana gempa, termasuk akibat radiasi reaktor nuklir di Fukushima.
Sebagian dari 35 TKI tersebut ada pula yang dievakuasi ke daerah yang jauh gempa dan radiasi reaktor nuklir, sedangkan beberapa orang seperti Rita Retnaningtyas justru masih bertahan di Miyagi sampai sekarang.
“Sekali lagi kami menyampaikan banyak terima kasih atas jasa dan bantuannya dalam menangani para korban,” ujar Kajiro.
Sementara itu, Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat mengatakan, Rita Retnaningtyas sejak peristiwa gempa dan tsunami di Jepang terus melakukan kontak dengan suaminya, Bambang Wagiman (35) maupun keluarganya di Semarang.
“Rita mengatakan kepada keluarganya bahwa dirinya dan beberapa teman TKI nurse dan careworker dalam kondisi sehat dan masih tetap bekerja seperti biasanya di Miyagi,” jelasnya.
Ditambahkan, para TKI perawat di Jepang yang tersebar di 45 prefektur sebanyak 686 orang akan tetap menjalani program penempatannya hingga selesai. (diambil dari http://detiknews.com)
]]>“Comprehensive Care in Disaster Nursing Management”
Seminar (Sabtu, 23 April 2011)
Seminar Sesi 1:
Keynote Speaker: Dewi Irawati M.A., Ph.D (Ketua PPNI)
“Peran dan Kebijakan PPNI Dalam Keperawatan Bencana di Indonesia
Amelia K S.Kp., M.N (Ketua HIPGABI)
“Management Keperawatan Saat Bencana”
Mustikasari S.Kp., MARS (Dosen Keperawatan Jiwa FIK UI)
“Penanggulangan Stress dan Pencegahan PTSD”
Moderator: Hafiza Elvira (Mahasiswa berprestasi FIK UI 2010)
Seminar Sesi 2:
Fitri Purwanto SKp., MM.(Perawat Anak, Kemenkes RI)
“Penanganan dan Terapi Anak pada Saat Bencana”
Yati Afiyanti S.Kp., M.N (Dosen Keperawatan Maternitas FIK UI)
“Penanganan pada Ibu Hamil Saat Bencana”
Moderator: Jenny Corry Astria (Mahasiswa Berpestasi FIK UI 2009)
Workshop (Sunday, 24 April 2011)
“Basic Emergency Nursing on Disaster Setting”
HIPGABI Trainer Team
(Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia)
INVESTASI:
Seminar: IDR 100.000 (Student: S1/D3); IDR 125.000 (Incl S2)
Workshop: IDR 200.000 (Student: S1/D3); IDR 250.000 (Incl S2)
Both of them: IDR 275.000 (Student: S1/D3); IDR 350.00 (Incl S2)
*Price including Snack,Lunch,Seminar kit,Modul,Sertifikat Akreditasi PPNI Pusat and GET MANY MORE DOORPRIZE
PENDAFTARAN:
* Langsung ke ticket box kami di Student Center FIK UI Depok dengan menghubungi Esti (085694185026) atau
* Transfer ke No.Rek 0203744495 a.n Esti Cahyaningrum Bank BNI Cabang UI Depok
* Lalu Konfirmasi ke Esti (085694185026) dengan sms [Nama Lengkap]_[Asal Institusi]_[No HP]_[Email]_[Jumlah Uang ditransfer]_[Via Bank]_[DaftarSeminar/Workshop/Keduanya]
* Setelah itu kami akan menghubungi Anda
REGISTER NOW before 16 APRIL 2011
Contact Person : 085694185026 / 085695662515
source National Disaster Nursing Seminar And Workshop
]]>* Rare
* Adults
* Crops of erythematous, follicle-based papules:
o become:
+ superficially necrotic
+ umbilicated
+ crusted
o subsequent healing produces depressed varioliform scar1–3
* May be only small number of active lesions at any time
* Location:
o frontal hairline
o forehead
o face
o sometimes upper trunk
Histopathology1
* Early lesions:
o intense perivascular and perifollicular lymphocytic infiltrate:
+ extends to:
# mid dermis
+ wall of upper part of follicle
+ epidermis, where there is associated:
# spongiosis
# death of individual keratinocytes
o prominent subepidermal edema
* Later:
o confluent necrosis of:
+ upper follicle (Fig. 1
Acne necrotica. Confluent necrosis involves the upper follicle and adjacent epidermis and papillary dermis. An adjacent follicle shows a superficial folliculitis. (H&E)
Fig. 1: Acne necrotica. Confluent necrosis involves the upper follicle and adjacent epidermis and papillary dermis. An adjacent follicle shows a superficial folliculitis. (H&E)
)
+ epidermis
+ dermis
o neutrophils in:
+ upper follicle
+ adjacent dermis
o sometimes florid superficial folliculitis and perifolliculitis
source Acne Necrotica http://pathconsultddx.com/pathCon/diagnosis?TXTBOX2=Acne+Necrotica+[Skin]&pii=S1559-8675%2806%2970648-9
]]>