Diagnosa keperawatan Perfusi jaringan tidak efektif
by admin • March 24, 2010 • DIAGNOSA KEPERAWATAN • 2 Comments
Perfusi jaringan tidak efektif
Diagnosis keperawatan versi revisi dari NANDA perfusi jaringan “Perfusi jaringan (renal, cerebral, cardiopulmonary, gastrointestinal & peripheral) tidak efektif”.
Tidak lagi menggunakan diagnosa keperawatan hanya dengan “perfusi jaringan tidak efektif “ tetapi sepertinya masih banyak yang menggunakan pernyataan diagnosis yang lama. Padahal, demi keseragaman bahasa keperawatan, akan lebih baik jika pernyataan diagnosis adalah sama, dan selama ini keperawatan di Indonesia masih mengacu ke NANDA dari Amerika.
Untuk mengangkat suatu diagnosis keperawatan, bisa langsung melihat tanda-gejala-nya. Untuk “cerebral” harusnya ada:
1. perubahan status mental (kesadaran)
2. perubahan perilaku
3. perubahan respon motorik
4. perubahan reaksi pupil
5. kesulitan menelan
6. kelemahan ekstremitas
7. paralisis
Jika yang ditemukan pada pasien yang dirawat adalah “pusing” atau “hepiplegi/hemiparese” saja, lebih baik yang diangkat adalah:
1. Nyeri akut/nyeri kronis (untuk data “pusing”), p. 154-155
2. Gangguan mobilitas fisik (untuk data “hemiplegi/hemiparese), p. 138-139
Berikutnya menentukan etiologi (PE S). Di NANDA tertulis, etiologi untuk “perfusi jaringan tidak efektif” adalah :
1. perubahan efinitas hemoglobin (untuk oksigen)
2. penurunan konsentrasi hemogoblin darah
3. racun enzym
4. perubahan masalah
5. hipoventilasi
6. hipovolemia
7. hipervolemia
8. gangguan transport oksigen
9. interupsi aliran darah
10. ketidaksesuaian antara ventilasi dengan aliran darah
Incoming search terms for the article:
- perfusi jaringan
- perfusi
- diagnosis keperawatan
- perfusi jaringan adalah
- gangguan perfusi jaringan
- perfusi adalah
- Askep Perubahan Perfusi Jaringan
- diagnosis jaringan
- askep perfusi jaringan
- perubahan perfusi jaringan
Cari artikel yang lain, ketik disini








ya mau…